Senin, 03 Desember 2012

pengertian etika



Setiap kegiatan atau profesi di muka bumi memiliki sebuah aturan atau batasan-batasan yang sudah ditentukan , tidak terkecuali dengan profesi sebagai seorang ahli IT juga memiliki sebuah aturan atau sebuah standart yang harus dicapai yang disebut dengan etika profesi. Etika adalah satu set kepercayaan, standar, atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat. Semua individu bertanggung jawab kepada masyarakat atas prilaku mereka. Masyarakat dapat berupa suatu kota,negara atau profesi. Tindakan kita juga diarahkan oleh etika
Tidak seperti moral, etika dapat sangat berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Kita melihat perbedaan ini di bidang komputer dalam bentuk perangkat lunak bajakan (perangkat lunak yang digandakan secara illegal lalu digunakan atau dijual). Pada tahun 1994 diperkirakan 35 % perangkat lunak yang digunakan di Amerika Serikat telah dibajak, dan angka ini melonjak menjadi 92 % di Jepang dan 99 % di Thailand. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa para pemakai komputer di Jepang dan Thailand kurang etis dibandingkan pemakai Amerika Serikat. Namun tidak pasti demikian.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika adalah :
·   Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
·   Kumpulan asas / nilai yang berkenaan dengan akhlak
·   Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat
Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti adapt istiadat/ kebiasaan yang baik. Perkembangan etika studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.

            Walau etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik, melainkan etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan. Etika ingin menampilkan ketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis tapi di dalam kehidupan bermasyarakat tentunya sangat membutuhkan sebuah etika untuk membuat sebuah standar  atau batasan-batasan tertentu pada suatu profesi yang bisa disebut kode etik. Misalnya  untuk profesi seorang dokter memiliki kode etik ‘Tidak akan menolak pasien dalam keadaan apapun’. Meskipun malam hari saat tengah tertidur lelap seorang perawat / Dokter didatangi seorang keluarga pasien yang meminta untuk mengobati keluarganya yang sedang terluka parah , dokter tersebut tentu akan mengobati orang yang terluka tersebut walaupun apabila si Dokter tersebut menolak dokter tersebut tidak akan mendapatkan sangsi hukum karena sangsi kode etik biasanya hanya dibuat oleh kalangan atau komunitas tertentu kecuali pelanggaran tersebut sudah melanggar hukum .
Sanksi Sosial : Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”. Sanksi Hukum : Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hokum Perdata.
Dengan adanya Etika Profesi maka akan membuat proses melakukan aktivitas di bidang profesi yang dijalani akan berjalan lancar, saling menguntungkan satu sama lain , tidak merugikan orang lain.
Dalam bidang TI  seorang yang menekuni bidang TI khususnya blogger, memiliki kode etik ,salah satunya ialah tidak menyebarkan atau membagikan sesuatu yang illegal di internet  yang apabila dilanggar maka blogger yang bersangkutan akan mendapat sangsi moral dan juga mendapat sangsi berupa penghapusan blog.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar